All Newbie, Semua Tentang Ilmu

Recent

Cara Install Home Assistant di Proxmox (Container LXC)

Home Assistant adalah pusat kendali perangkat rumah: lampu, saklar, sensor suhu, kamera, sampai integrasi layanan online. Ia berjalan 24 jam, jadi tempat paling masuk akal adalah server yang memang tidak pernah dimatikan.

Papan Raspberry Pi 4 Model B dengan port Ethernet dan USB
Foto: Laserlicht, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Ringkasan singkat

  • Butuh nesting=1 pada opsi container.
  • Pakai network_mode: host agar perangkat terdeteksi.
  • Tanpa add-on; integrasi tambahan jadi container terpisah.
  • Snapshot CT sebelum update.

Panduan ini memasang Home Assistant sebagai container di Proxmox, memakai container LXC Debian yang ringan.

Pilih bentuk pemasangan

BentukKelebihanKekurangan
Home Assistant OS (VM)Add-on lengkap, update sekali klikButuh RAM lebih besar
Container (LXC + Docker)Ringan, mudah di-snapshotTanpa add-on; integrasi dipasang manual

Kalau kamu ingin fitur add-on (Zigbee2MQTT, Mosquitto, Node-RED) tanpa repot, pilih VM. Kalau server RAM-nya terbatas, container sudah cukup.

Yang perlu disiapkan

  • Proxmox VE yang sudah jalan.
  • Template debian-13-standard (atau 12).
  • IP tetap untuk container, misal 192.168.1.60.
  • RAM 2 GB dan disk 16 GB sudah memadai.

1. Buat container LXC

  1. Proxmox → local → CT Templates → unduh debian-13-standard.
  2. Create CT → hostname homeassistant, password root.
  3. Template: Debian 13. Disk 16 GB, CPU 2 core, RAM 2048 MB.
  4. Network: vmbr0, IP statis 192.168.1.60/24, gateway router.
  5. Start container, buka Console.

2. Aktifkan nesting

Docker di dalam LXC membutuhkan fitur nesting:

  1. Pilih CT → Options → Features.
  2. Centang nesting=1, lalu restart container.

Tanpa ini, Docker gagal start dengan pesan tentang cgroup atau iptables.

3. Pasang Docker

apt update && apt install -y ca-certificates curl
install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/debian/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc
chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc
echo "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.asc] https://download.docker.com/linux/debian $(. /etc/os-release && echo "$VERSION_CODENAME") stable" > /etc/apt/sources.list.d/docker.list
apt update && apt install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin
Home Assistant dalam container LXC di ProxmoxProxmox VEvmbr0CT 100 Debiannesting=1DockercomposeHA :8123network hostvolume ./config
Diagram: Home Assistant dalam container LXC di Proxmox

4. Jalankan Home Assistant

mkdir -p /opt/homeassistant/config
cd /opt/homeassistant
nano compose.yaml
services:
  homeassistant:
    container_name: homeassistant
    image: ghcr.io/home-assistant/home-assistant:stable
    volumes:
      - ./config:/config
      - /etc/localtime:/etc/localtime:ro
    restart: unless-stopped
    network_mode: host
    privileged: true
    environment:
      TZ: Asia/Jakarta
docker compose up -d
docker compose logs -f --tail=30

network_mode: host penting: Home Assistant perlu menemukan perangkat di jaringan lokal lewat mDNS dan broadcast. Dengan mode bridge biasa, banyak integrasi tidak menemukan perangkat.

5. Buka dan ikuti onboarding

Akses http://192.168.1.60:8123 dari browser. Buat akun pemilik, isi nama rumah dan lokasi, lalu tambahkan integrasi pertama.

6. Memperbarui

cd /opt/homeassistant
docker compose pull
docker compose up -d

Lakukan setelah membaca catatan rilis. Home Assistant kadang mengubah perilaku integrasi antar versi, dan rollback hanya mudah bila kamu punya snapshot.

7. Backup

pct snapshot 100 sebelum-update

Snapshot CT di Proxmox adalah cara tercepat kembali ke kondisi sebelumnya. Untuk backup berkala, jadwalkan vzdump ke storage lain.

Batasan yang perlu diketahui

  • Tanpa add-on. Zigbee2MQTT dan sejenisnya harus dijalankan sebagai container terpisah.
  • USB dongle. Meneruskan perangkat USB ke LXC bisa rumit; untuk Zigbee/Z-Wave, VM dengan passthrough lebih andal.
  • Update manual. Tidak ada tombol "update" di UI seperti Home Assistant OS.

8. Membatasi riwayat basis data

recorder:
  purge_keep_days: 10
  exclude:
    domains:
      - sensor
      - update

Tanpa batas, berkas home-assistant_v2.db bisa membesar sampai beberapa gigabyte dan membuat UI melambat. Sepuluh hari riwayat sudah cukup untuk melihat pola harian.

9. Zigbee tanpa add-on

Karena container tidak memiliki add-on, Zigbee2MQTT dijalankan sebagai container terpisah di CT yang sama, dengan Mosquitto sebagai broker. Untuk dongle USB, VM lebih andal: passthrough USB ke LXC bergantung pada tipe perangkat dan sering hilang setelah container di-restart.

10. Akses dari luar rumah

Jangan meneruskan port 8123 ke internet. Jalur yang lebih aman: pasang WireGuard di container lain atau di router, lalu akses http://192.168.1.60:8123 setelah tersambung VPN. Alternatifnya Home Assistant Cloud, berbayar tetapi tanpa membuka port apa pun.

11. Melihat status dari terminal

cd /opt/homeassistant
docker compose ps
docker stats --no-stream

Dua perintah ini cukup untuk memastikan container hidup dan berapa RAM yang dipakai. Kalau pemakaian RAM terus naik tanpa turun, biasanya sumbernya integrasi kamera atau recorder yang menyimpan terlalu banyak data.

Masalah yang sering muncul

GejalaPenyebabSolusi
Docker gagal startNesting belum aktifOptions → Features → nesting=1
Halaman 8123 tidak terbukaContainer belum selesai startdocker compose logs
Perangkat tidak terdeteksiMode jaringan bridgePakai network_mode: host
Data hilang setelah recreateVolume salahPastikan ./config:/config
RAM penuhRiwayat database terlalu besarBatasi recorder, pindahkan DB

Pertanyaan yang sering diajukan

Home Assistant OS atau container?

Kalau ingin semua add-on dalam satu tempat, pilih OS di VM. Kalau ingin ringan dan sudah nyaman dengan Docker, container cukup.

Bisa di Raspberry Pi?

Bisa, tetapi SD card cepat rusak untuk penulisan basis data. SSD lewat USB lebih tahan lama.

Apakah perlu IP publik?

Tidak. Untuk akses dari luar, gunakan VPN WireGuard atau layanan cloud Home Assistant.

Berapa RAM yang dibutuhkan?

2 GB cukup untuk puluhan perangkat. Pantau pemakaian setelah menambah integrasi berat seperti kamera.





0 comments:

Post a Comment