Home Assistant adalah pusat kendali perangkat rumah: lampu, saklar, sensor suhu, kamera, sampai integrasi layanan online. Ia berjalan 24 jam, jadi tempat paling masuk akal adalah server yang memang tidak pernah dimatikan.

Ringkasan singkat
- Butuh nesting=1 pada opsi container.
- Pakai
network_mode: hostagar perangkat terdeteksi. - Tanpa add-on; integrasi tambahan jadi container terpisah.
- Snapshot CT sebelum update.
Panduan ini memasang Home Assistant sebagai container di Proxmox, memakai container LXC Debian yang ringan.
Pilih bentuk pemasangan
| Bentuk | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Home Assistant OS (VM) | Add-on lengkap, update sekali klik | Butuh RAM lebih besar |
| Container (LXC + Docker) | Ringan, mudah di-snapshot | Tanpa add-on; integrasi dipasang manual |
Kalau kamu ingin fitur add-on (Zigbee2MQTT, Mosquitto, Node-RED) tanpa repot, pilih VM. Kalau server RAM-nya terbatas, container sudah cukup.
Yang perlu disiapkan
- Proxmox VE yang sudah jalan.
- Template
debian-13-standard(atau 12). - IP tetap untuk container, misal
192.168.1.60. - RAM 2 GB dan disk 16 GB sudah memadai.
1. Buat container LXC
- Proxmox → local → CT Templates → unduh
debian-13-standard. - Create CT → hostname
homeassistant, password root. - Template: Debian 13. Disk 16 GB, CPU 2 core, RAM 2048 MB.
- Network:
vmbr0, IP statis192.168.1.60/24, gateway router. - Start container, buka Console.
2. Aktifkan nesting
Docker di dalam LXC membutuhkan fitur nesting:
- Pilih CT → Options → Features.
- Centang nesting=1, lalu restart container.
Tanpa ini, Docker gagal start dengan pesan tentang cgroup atau iptables.
3. Pasang Docker
apt update && apt install -y ca-certificates curl
install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/debian/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc
chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc
echo "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.asc] https://download.docker.com/linux/debian $(. /etc/os-release && echo "$VERSION_CODENAME") stable" > /etc/apt/sources.list.d/docker.list
apt update && apt install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin
4. Jalankan Home Assistant
mkdir -p /opt/homeassistant/config
cd /opt/homeassistant
nano compose.yaml
services:
homeassistant:
container_name: homeassistant
image: ghcr.io/home-assistant/home-assistant:stable
volumes:
- ./config:/config
- /etc/localtime:/etc/localtime:ro
restart: unless-stopped
network_mode: host
privileged: true
environment:
TZ: Asia/Jakarta
docker compose up -d
docker compose logs -f --tail=30
network_mode: host penting: Home Assistant perlu menemukan perangkat di jaringan lokal lewat mDNS dan broadcast. Dengan mode bridge biasa, banyak integrasi tidak menemukan perangkat.
5. Buka dan ikuti onboarding
Akses http://192.168.1.60:8123 dari browser. Buat akun pemilik, isi nama rumah dan lokasi, lalu tambahkan integrasi pertama.
6. Memperbarui
cd /opt/homeassistant
docker compose pull
docker compose up -d
Lakukan setelah membaca catatan rilis. Home Assistant kadang mengubah perilaku integrasi antar versi, dan rollback hanya mudah bila kamu punya snapshot.
7. Backup
pct snapshot 100 sebelum-update
Snapshot CT di Proxmox adalah cara tercepat kembali ke kondisi sebelumnya. Untuk backup berkala, jadwalkan vzdump ke storage lain.
Batasan yang perlu diketahui
- Tanpa add-on. Zigbee2MQTT dan sejenisnya harus dijalankan sebagai container terpisah.
- USB dongle. Meneruskan perangkat USB ke LXC bisa rumit; untuk Zigbee/Z-Wave, VM dengan passthrough lebih andal.
- Update manual. Tidak ada tombol "update" di UI seperti Home Assistant OS.
8. Membatasi riwayat basis data
recorder:
purge_keep_days: 10
exclude:
domains:
- sensor
- update
Tanpa batas, berkas home-assistant_v2.db bisa membesar sampai beberapa gigabyte dan membuat UI melambat. Sepuluh hari riwayat sudah cukup untuk melihat pola harian.
9. Zigbee tanpa add-on
Karena container tidak memiliki add-on, Zigbee2MQTT dijalankan sebagai container terpisah di CT yang sama, dengan Mosquitto sebagai broker. Untuk dongle USB, VM lebih andal: passthrough USB ke LXC bergantung pada tipe perangkat dan sering hilang setelah container di-restart.
10. Akses dari luar rumah
Jangan meneruskan port 8123 ke internet. Jalur yang lebih aman: pasang WireGuard di container lain atau di router, lalu akses http://192.168.1.60:8123 setelah tersambung VPN. Alternatifnya Home Assistant Cloud, berbayar tetapi tanpa membuka port apa pun.
11. Melihat status dari terminal
cd /opt/homeassistant
docker compose ps
docker stats --no-stream
Dua perintah ini cukup untuk memastikan container hidup dan berapa RAM yang dipakai. Kalau pemakaian RAM terus naik tanpa turun, biasanya sumbernya integrasi kamera atau recorder yang menyimpan terlalu banyak data.
Masalah yang sering muncul
| Gejala | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Docker gagal start | Nesting belum aktif | Options → Features → nesting=1 |
| Halaman 8123 tidak terbuka | Container belum selesai start | docker compose logs |
| Perangkat tidak terdeteksi | Mode jaringan bridge | Pakai network_mode: host |
| Data hilang setelah recreate | Volume salah | Pastikan ./config:/config |
| RAM penuh | Riwayat database terlalu besar | Batasi recorder, pindahkan DB |
Pertanyaan yang sering diajukan
Home Assistant OS atau container?
Kalau ingin semua add-on dalam satu tempat, pilih OS di VM. Kalau ingin ringan dan sudah nyaman dengan Docker, container cukup.
Bisa di Raspberry Pi?
Bisa, tetapi SD card cepat rusak untuk penulisan basis data. SSD lewat USB lebih tahan lama.
Apakah perlu IP publik?
Tidak. Untuk akses dari luar, gunakan VPN WireGuard atau layanan cloud Home Assistant.
Berapa RAM yang dibutuhkan?
2 GB cukup untuk puluhan perangkat. Pantau pemakaian setelah menambah integrasi berat seperti kamera.
Baca juga:
0 comments:
Post a Comment