Proxmox VE mengubah satu PC menjadi host virtualisasi: belasan mesin virtual dan container bisa berjalan bersamaan, masing-masing dengan penyimpanan dan jaringan sendiri. Untuk homelab, ini cara paling hemat memisahkan layanan — satu VM untuk Docker, satu untuk database, satu untuk eksperimen yang boleh rusak.

Ringkasan singkat
- Butuh VT-x/AMD-V, RAM 8 GB, dan disk yang boleh dihapus.
- ext4 untuk pemula, ZFS kalau butuh snapshot.
- Panel diakses di
https://IP:8006(root@pam). - Ganti repo enterprise ke
pve-no-subscription.
Panduan ini memasang Proxmox VE 8/9 di PC bekas, dari USB bootable sampai VM pertama menyala.
Yang perlu disiapkan
- CPU 64-bit dengan VT-x (Intel) atau AMD-V, diaktifkan di BIOS.
- RAM minimal 8 GB (2 GB cukup untuk host, sisanya untuk VM).
- Disk 120 GB atau lebih; SSD sangat disarankan.
- Dua kabel jaringan lebih nyaman, tetapi satu NIC sudah cukup.
- Seluruh isi disk akan dihapus. Cadangkan data lebih dulu.
1. Apa itu Proxmox VE
Proxmox VE adalah distribusi Debian yang membawa KVM (virtualisasi penuh) dan LXC (container) dalam satu antarmuka web. Berbeda dari VirtualBox, ia berjalan langsung di perangkat keras tanpa sistem operasi host lain, sehingga overhead-nya kecil dan cocok dipakai 24 jam.
2. Kebutuhan perangkat keras
| Komponen | Minimum | Nyaman |
|---|---|---|
| CPU | 2 core, VT-x/AMD-V | 4 core ke atas |
| RAM | 2 GB | 16 GB |
| Disk | 32 GB | SSD 256 GB |
| Jaringan | 1 NIC | 2 NIC (management terpisah) |
3. Unduh ISO dan buat USB bootable
Ambil ISO dari halaman unduhan resmi Proxmox. Di Windows, gunakan Rufus dengan mode DD image; di Linux:
sudo dd if=proxmox-ve.iso of=/dev/sdX bs=4M status=progress oflag=sync
Pastikan /dev/sdX adalah USB-mu, bukan disk sistem. Salah satu huruf berarti seluruh data hilang.
4. Instalasi
- Boot dari USB, pilih Install Proxmox VE (Graphical).
- Setujui lisensi, pilih disk target.
- Filesystem: ext4 untuk pemula; ZFS kalau ingin snapshot dan checksum, dengan konsekuensi RAM terpakai lebih besar.
- Isi negara, zona waktu, dan keyboard.
- Password
rootdan email admin. - Network: pilih NIC, hostname FQDN (misal
pve.lab.local), IP statis dengan CIDR (misal192.168.1.50/24), gateway, dan DNS.
Gunakan IP statis. Kalau alamat berubah setelah reboot, antarmuka web akan tampak "hilang" padahal hanya berpindah alamat.
5. Akses web UI
Buka https://192.168.1.50:8006 dari komputer lain di jaringan yang sama. Sertifikatnya self-signed, jadi browser akan menampilkan peringatan — itu normal untuk instalasi baru. Login dengan user root dan realm pam.
Kalau halaman tidak terbuka, periksa dari konsol server:
ip -4 addr show
systemctl status pveproxy
cat /etc/network/interfaces
6. Unggah ISO installer
- Pilih local pada panel kiri → ISO Images → Upload.
- Alternatif dari terminal:
cd /var/lib/vz/template/iso
wget https://releases.ubuntu.com/24.04/ubuntu-24.04-live-server-amd64.iso
7. Buat VM pertama
- Create VM → Name:
ubuntu-web. - OS: pilih ISO Ubuntu, type Linux, version 6.x/2.6 kernel.
- System: BIOS default (SeaBIOS) cukup untuk Linux; OVMF hanya untuk kebutuhan UEFI.
- Disk: bus VirtIO SCSI, 20 GB, storage
local-lvm. - CPU: 2 core, type
hostuntuk performa terbaik. - Memory: 2048 MB.
- Network: bridge
vmbr0, model VirtIO. - Start VM, buka Console (noVNC), lalu ikuti installer Ubuntu.
8. Container LXC
Container lebih ringan daripada VM karena berbagi kernel host:
- local → CT Templates → Templates → unduh
debian-13-standard. - Create CT → isi hostname, password root, template, disk 8 GB, RAM 512 MB, network
vmbr0.
Gunakan LXC untuk layanan tunggal (Pi-hole, reverse proxy), dan VM ketika butuh kernel sendiri atau isolasi lebih kuat.
9. Backup dan snapshot
vzdump 100 --storage local --mode snapshot --compress zstd
Lewat web: Datacenter → Backup → Add, pilih storage, jadwal, dan mode snapshot agar VM tidak perlu dimatikan. Snapshot cocok untuk percobaan jangka pendek; backup adalah yang kamu andalkan saat disk rusak.
10. Repositori dan pembaruan
Instalasi baru memakai repositori enterprise yang meminta langganan. Untuk homelab, gunakan repositori komunitas:
nano /etc/apt/sources.list.d/pve-enterprise.list # beri tanda # pada baris deb
echo "deb http://download.proxmox.com/debian/pve trixie pve-no-subscription" > /etc/apt/sources.list.d/pve-no-sub.list
apt update && apt full-upgrade
Nama kode Debian menyesuaikan versi: bookworm untuk Proxmox 8, trixie untuk Proxmox 9. Peringatan "no valid subscription" saat login adalah hal normal dan tidak memengaruhi fungsi.
11. Setelan wajib setelah instalasi
timedatectl set-timezone Asia/Jakarta
pveam update
pveversion -v
Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun root dan admin: Datacenter → Permissions → Two Factor. Panel Proxmox mengendalikan seluruh mesin virtual, jadi satu password bocor berarti seluruh server jatuh.
Buat juga user admin biasa untuk pekerjaan harian, dan simpan akses root hanya untuk keadaan darurat. Notifikasi email untuk tugas backup perlu disiapkan agar kegagalan tidak lewat begitu saja.
12. Akses dari luar rumah
Jangan meneruskan port 8006 ke internet. Cara yang lebih aman: pasang VPN (WireGuard di container LXC) lalu akses panel lewat alamat internal. Alternatif lain adalah reverse proxy dengan autentikasi tambahan, tetapi VPN tetap lebih sederhana dan lebih kecil permukaan serangannya.
Masalah yang sering muncul
| Gejala | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
:8006 tidak terbuka | IP berubah atau pveproxy mati | Cek ip a dan systemctl status pveproxy |
| VM tidak punya internet | Bridge atau gateway salah | Pastikan NIC VM di vmbr0, cek gateway di /etc/network/interfaces |
| VM tidak mau boot dari ISO | Urutan boot / ISO tidak terpasang | Options → Boot Order, cek Hardware → CD/DVD |
| RAM host penuh | Overcommit VM | Kurangi memory, aktifkan ballooning, matikan VM idle |
| No valid subscription | Repo enterprise tanpa lisensi | Ganti ke pve-no-subscription |
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisa dipasang di dalam VirtualBox?
Bisa untuk belajar, tetapi harus mengaktifkan nested virtualization dan performanya jauh di bawah host fisik.
Apakah Proxmox gratis?
Paket dasarnya gratis dan lengkap. Langganan bersifat opsional: repositori stabil dengan paket teruji plus dukungan.
Berapa VM yang bisa dijalankan?
Tergantung RAM. Patokan kasar: 8 GB cukup untuk 2–3 VM ringan atau 6 container.
Apakah satu disk cukup?
Cukup untuk homelab, tetapi tanpa redundansi. Backup ke perangkat lain wajib, karena RAID pun tidak menggantikan backup.
Baca juga:
0 comments:
Post a Comment