All Newbie, Semua Tentang Ilmu

Recent

Cara Install Ubuntu Server 24.04 di VirtualBox (Lengkap untuk Pemula)

Ubuntu Server 24.04 LTS adalah rilis jangka panjang yang didukung sampai 2029 (dan 2034 lewat ESM). Kalau kamu baru mulai belajar server, cara paling aman adalah memasangnya di VirtualBox lebih dulu: tidak perlu komputer kedua, dan kalau ada yang salah cukup hapus virtual machine-nya.

Teknisi memegang laptop di depan rak server pada pusat data
Foto: NERSC, CC0, via Wikimedia Commons

Ringkasan singkat

  • VM 4 GB RAM, 2 CPU, disk 25 GB.
  • Wajib centang Install OpenSSH server.
  • Adapter Host-only dipakai untuk SSH dari komputer host.
  • Ambil snapshot setelah update paket pertama.

Panduan ini menuntun dari nol sampai kamu bisa login lewat SSH dari komputer host.

Yang perlu disiapkan

  • VirtualBox 7.x terpasang di Windows, macOS, atau Linux.
  • ISO ubuntu-24.04.x-live-server-amd64.iso (sekitar 3 GB) dari halaman rilis Ubuntu.
  • RAM host minimal 8 GB; VM akan memakai 4 GB.
  • Koneksi internet untuk unduh paket saat instalasi.

1. Buat virtual machine

  1. Buka VirtualBox, klik New.
  2. Name: ubuntu-server-2404. Type: Linux. Version: Ubuntu (64-bit).
  3. Memory: 4096 MB. Processor: 2 CPU.
  4. Hard disk: 25 GB, pilih Dynamically allocated.
  5. Klik Finish, lalu Settings → Storage. Pada controller IDE/SATA, klik ikon CD kosong → Choose a disk file → pilih ISO Ubuntu Server.
  6. Masih di Settings, buka Network. Adapter 1: NAT (untuk internet). Aktifkan Adapter 2: Host-only Adapter (untuk SSH dari host).

Kalau opsi Host-only belum ada, buat dulu lewat File → Tools → Network Manager → Create.

Alur host, VirtualBox, dan dua adapter jaringan VM UbuntuWindows / macOSkomputer hostVirtualBoxhipervisorUbuntu Server 24.04enp0s3 → NAT, internetenp0s8 → Host-only192.168.56.x untuk SSHssh admin@192.168.56.x
Diagram: Alur host, VirtualBox, dan dua adapter jaringan VM Ubuntu

2. Jalankan instalasi

  1. Klik Start. Saat muncul dialog unattended installation, pilih Skip supaya kamu bisa mengikuti proses manual.
  2. Pilih bahasa English dan layout keyboard (biasanya English (US)).
  3. Type of install: pilih Ubuntu Server (bukan minimized) agar paket dasar lengkap.
  4. Network: biarkan DHCP mengambil alamat otomatis. Catat alamat IP yang muncul.
  5. Proxy: kosongkan. Mirror: biarkan default.
  6. Storage: pilih Use an entire disk → pilih disk 25 GB → Done → konfirmasi Continue.
  7. Profile: isi nama, nama server (misal srv-ubuntu), username, dan password.
  8. SSH Setup: centang Install OpenSSH server. Ini wajib kalau kamu ingin akses jarak jauh.
  9. Featured snaps: lewati saja dengan Done.
  10. Tunggu proses selesai, pilih Reboot Now. Jika muncul pesan Please remove the installation medium, tekan Enter — ISO akan terlepas otomatis.

3. Login pertama dan update paket

sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Cek alamat IP kedua interface:

ip -4 addr show

Interface enp0s3 biasanya NAT (internet), enp0s8 adalah Host-only dengan alamat seperti 192.168.56.101. Alamat inilah yang dipakai untuk SSH dari komputer host.

4. Akses lewat SSH

Dari terminal Windows (PowerShell), macOS, atau Linux:

ssh username@192.168.56.101

Kalau berhasil masuk tanpa mengetik password berulang, kamu bisa menambahkan kunci SSH:

ssh-keygen -t ed25519
ssh-copy-id username@192.168.56.101

Di Windows, ssh-copy-id tidak tersedia. Salin manual isi ~/.ssh/id_ed25519.pub ke ~/.ssh/authorized_keys di server, lalu atur izinnya:

chmod 700 ~/.ssh && chmod 600 ~/.ssh/authorized_keys

5. Snapshot sebelum bereksperimen

Matikan VM dengan sudo poweroff, lalu di VirtualBox pilih Machine → Take Snapshot. Kalau konfigurasi berikutnya rusak, kamu bisa kembali ke kondisi bersih dalam hitungan detik.

6. (Opsional) IP statis dengan Netplan

DHCP cocok untuk eksperimen, tetapi server sebaiknya punya alamat tetap. Di Ubuntu Server 24.04, konfigurasi jaringan dikelola Netplan:

sudo nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml

Contoh untuk interface Host-only enp0s8:

network:
  version: 2
  ethernets:
    enp0s8:
      dhcp4: false
      addresses: [192.168.56.101/24]

Uji dulu dengan batas waktu 120 detik. Kalau koneksi putus dan kamu tidak menekan Enter, Netplan mengembalikan konfigurasi lama:

sudo netplan try
sudo netplan apply
ip -4 addr show enp0s8

Perhatikan indentasi: YAML memakai spasi, bukan tab. Satu tab saja membuat netplan menolak file dan server bisa kehilangan jaringan saat reboot.

7. Kalau disk VM penuh

Virtual disk bisa diperbesar tanpa memasang ulang sistem. Matikan VM, lalu buka File → Tools → Virtual Media Manager, pilih disk VM, dan naikkan ukurannya. Setelah VM hidup, filesystem masih perlu diperluas:

lsblk
sudo growpart /dev/sda 3
sudo pvresize /dev/sda3
sudo lvextend -l +100%FREE /dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv
sudo resize2fs /dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv

Nomor partisi dan nama logical volume berbeda antar instalasi — sesuaikan dengan output lsblk dan sudo lvs. Kalau instalasi tanpa LVM, langkah pvresize dan lvextend dilewati dan resize2fs diarahkan langsung ke partisi root. Cek hasilnya dengan df -h.

Masalah yang sering muncul

GejalaPenyebabSolusi
This kernel requires an x86-64 CPUVirtualisasi hardware matiAktifkan VT-x/AMD-V di BIOS, lalu centang Enable Nested Paging
Layar hitam setelah bootAlokasi memori terlalu kecilNaikkan RAM VM ke 4096 MB
Failed to mount /cdromISO masih terpasang saat rebootLepas ISO di Settings → Storage, reboot
SSH connection refusedOpenSSH tidak terpasang atau IP salahsudo apt install openssh-server, cek ip -4 addr
Layout keyboard salahPilihan saat instalasisudo dpkg-reconfigure keyboard-configuration
Tidak dapat internet di VMAdapter NAT tidak aktifSettings → Network → Adapter 1: NAT, Attached

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah harus Ubuntu Server, bukan Desktop?

Untuk belajar server, edisi Server lebih tepat: tanpa GUI, lebih ringan, dan semua konfigurasi lewat terminal — sama seperti VPS sungguhan.

Berapa RAM minimum?

2 GB cukup untuk instalasi dasar, tetapi 4 GB membuat proses instalasi dan apt upgrade jauh lebih lancar.

Bisa langsung dipakai di VPS?

Bisa. Langkah 1–2 dilewati karena penyedia VPS sudah memasang sistemnya. Kamu mulai dari update paket, konfigurasi SSH, dan firewall.

Kenapa IP berubah setiap reboot?

DHCP memberi alamat sewa. Untuk server, atur IP statis lewat netplan di /etc/netplan/50-cloud-init.yaml, atau gunakan DHCP reservation di router.

Langkah berikutnya

Setelah server hidup, urutan belajar yang masuk akal: pahami cara kerja DNS, biasakan diri dengan perintah dasar transfer file, lalu pasang Docker agar aplikasi bisa dijalankan tanpa mengotak-atik sistem.





0 comments:

Post a Comment