All Newbie, Semua Tentang Ilmu

Recent

ETF Ethereum Kehilangan $1,2 Miliar, tapi Staking Cetak Rekor

Koin Ethereum di tangan dengan panah merah menurun
Foto: Edwin.images, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Angka kunci

  • ETF spot ETH mencatat outflow sekitar $1,2 miliar sepanjang Oktober.
  • Staking mencapai 43,8 juta ETH, sekitar 36% pasokan beredar.
  • Bitmine memegang 6,04 juta ETH (~4,9%) dan menyebut 5% sebagai batas.
  • ETH sekitar $2.350, turun dari $2.480 pada 21 Oktober.

Jakarta — Ethereum berada di persimpangan dua narasi yang berlawanan. Di satu sisi, ETF spot ETH mencatat salah satu bulan terburuk sepanjang 2026. Di sisi lain, jumlah ETH yang di-staking mencapai rekor, dan institusi masih menambah posisi.

Harga ETH sendiri belum memberi jawaban. Pada 28 Oktober pagi WIB, ETH diperdagangkan di sekitar $2.350, setelah turun dari sekitar $2.480 pada 21 Oktober. Pasar tampak menimbang: apakah staking dan adopsi institusional cukup menyerap pasokan baru, atau arus keluar ETF tetap menjadi kekuatan dominan?

Bulan terburuk ETF Ethereum

Sepanjang Oktober hingga 22 Oktober, ETF spot ETH mencatat arus keluar bersih sekitar $1,2 miliar, menurut Unchained. Investor menarik dana pada hampir semua hari perdagangan — hanya dua hari yang mencatat inflow. Beberapa catatan pasar menyebut angka yang sedikit lebih tinggi, sekitar $1,26 miliar hingga 27 Oktober.

Angka itu kontras dengan Agustus dan September. Pada dua bulan tersebut, ETF ETH mencatat inflow bersih sekitar $2,7 miliar. Jadi, Oktober bukan sekadar koreksi kecil; ini pembalikan arah yang cukup tajam.

Saat ini ETF ETH menguasai sekitar 6,2 juta ETH, setara $14,6 miliar dalam aset bersih. Mereka menjadi salah satu pemegang terbesar, sebanding dengan treasury perusahaan Bitmine.

Bitmine hampir mentok di 5%

Bitmine Immersion Technologies (BMNR) adalah pembeli institusional terbesar Ethereum tahun ini. Perusahaan itu kini memegang 6,04 juta ETH, atau sekitar 4,9% dari pasokan yang beredar.

Namun laju pembeliannya melambat drastis. Setelah sempat membeli lebih dari 100.000 ETH dalam sepekan pada April–Mei, Bitmine hanya menambah sekitar 12.500 ETH per minggu dalam dua pekan terakhir. Kas perusahaan turun sekitar $30 juta per minggu tanpa pendanaan baru dalam tiga pembaruan terakhir.

Ketua Bitmine, Tom Lee, menyebut perusahaan “selesai menumpuk” dan menegaskan 5% adalah batas keras. Dengan pasokan yang terus bertambah sekitar 87.000 ETH per bulan, target 5% itu bergerak sekitar 4.300 ETH setiap bulan. Artinya, Bitmine masih punya ruang sekitar 66.000 ETH untuk mencapai target, tetapi tidak akan menjadi penyerap utama selamanya.

Staking mencetak rekor

Di sisi lain, staking Ethereum mencapai level tertinggi. Menurut laporan kuartalan Bitwise, 43,8 juta ETH — hampir 36% dari pasokan beredar — terkunci dalam staking pada akhir September. Ini merupakan kuartal keenam berturut-turut dengan inflow staking positif.

Imbal hasil staking tahunan rata-rata 2,63%, turun dari 2,81% pada kuartal kedua. Penurunan yield wajar terjadi ketika lebih banyak ETH masuk ke staking: semakin besar total stake, semakin kecil imbalan per validator.

Bitmine juga menjadi salah satu validator terbesar. Perusahaan itu meningkatkan staking lebih dari 1.000% menjadi 5,07 juta ETH pada akhir September.

Staking memang mengunci pasokan. Tetapi penting untuk membedakan locked supply dan new demand. ETH yang di-staking tidak otomatis menaikkan harga; ia hanya mengurangi jumlah koin yang bisa dijual dalam jangka pendek. Harga tetap ditentukan oleh siapa yang bersedia membeli di harga saat ini.

Teka-teki pasokan

Jaringan Ethereum mencetak sekitar 20.000 ETH baru per minggu. Setelah Bitmine berhenti menambah posisi, pertanyaannya: siapa yang menyerap pasokan itu?

ETF adalah kandidat utama, tetapi mereka justru sedang keluar. Treasury perusahaan lain belum mampu menggantikan skala Bitmine. Pemegang ritel bisa menyerap sebagian, tetapi biasanya tidak konsisten.

Inilah mengapa harga ETH lebih sensitif terhadap arus ETF mingguan daripada berita adopsi. Ketika JPMorgan membawa JPM Coin ke Ethereum, itu memperkuat jaringan dan penggunaan jangka panjang. Tetapi adopsi jaringan tidak otomatis menjadi permintaan langsung untuk token ETH — terutama jika transaksi dan biaya diselesaikan dalam stablecoin atau aset lain.

Level harga yang dipantau

  • $2.300 — support terdekat; ETH sudah beberapa kali menguji area ini.
  • $2.200 — support berikutnya jika $2.300 ditembus.
  • $2.400–$2.480 — zona resistance; reclaim area ini diperlukan untuk memperbaiki struktur harian.
  • Arus ETF mingguan — angka yang lebih penting daripada headline adopsi.
  • Rasio staking — jika terus naik sementara harga turun, pasar mungkin sedang mengompensasi pasokan, bukan menambah permintaan.

Kesimpulan

Ethereum sedang menunjukkan hal yang jarang terjadi: fundamental jaringan membaik, tetapi harga tertekan. Staking rekor dan minat institusional adalah sinyal positif jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, ETF adalah pembeli marginal yang paling berpengaruh. Selama arus keluar berlanjut, ETH sulit keluar dari bayang-bayang $2.300.

Bukan nasihat keuangan. Data harga berubah setelah publikasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Mengapa staking disebut mengunci pasokan?

ETH yang di-staking tidak bisa dijual selama masih dipakai sebagai jaminan validator. Jumlah yang beredar untuk diperdagangkan berkurang, meskipun total pasokan tetap.

Kalau staking naik, kenapa harga bisa turun?

Staking mengurangi pasokan yang likuid, tetapi tidak menciptakan pembeli baru. Jika arus keluar ETF lebih besar daripada permintaan, harga tetap tertekan.

Sumber:





0 comments:

Post a Comment